Saturday, July 13, 2013

Keistimewaan 1 Ramadhan 1434 Hijriyah bagi saya.



Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Ramadhan tahun ini adalah yang paling istimewa bagi saya, walau kebahagiaan yang saya inginkan ga terpenuhi sepenuhnya. Tahun ini saya menyadari akan banyak hal, saya belajar akan banyak hal, yang bagi saya sangat amat berharga.

Jujur, tahun tahun sebelumnya saya ga pernah membuat suatu target yang istimewa ketika bulan puasa. Saya ga pernah menganggap puasa sesuatu yang wah. Saya ga pernah juga menyambutnya dengan antusias. Bagi 'saya puasa ya puasa, diusahakan full 30 hari kalo ngga ya sudah, sholat harus lebih di tingkatkan', ya hanya sebatas itu. Sungguh, ketika mengingat masa-masa itu miris rasanya. Ada suatu penyesalan yang teramat karna ga bisa memanfaatkan puasa sebagaimana yang Allah dan Rasulullah ajarkan. Sekarang saya amat menyadari betapa dulu saya begitu miskin ilmu, begitu tidak menghargai pemberian yang Allah berikan selama ini ke saya. Saya juga menyadari betapa kekanak-kanakannya pikiran saya ketika itu. 

Tapi adakah kata TERLAMBAT untuk memperbaiki itu semua? hanya satu jawaban pasti, TIDAK! tidak ada yang terlambat. Saya amat bersyukur kepada Allah SWT, karna telah membuka hati saya, membuka mata saya, menyadarkan saya akan kekeliruan saya selama ini. Kekeliruan saya dalam memandang bulan puasa. Mungkin ilmu saya belum banyak, tapi saya sangat yakin ilmu saya jauh sudah berkembang dari tahun-tahun sebelumnya dan Insya Allah saya akan lebih banyak lagi mempelajari apa yang telah Allah dan Rasullullah ajarkan.

Sebelumnya saya ingin menyampaikan bahwa disini saya tidak beniat untuk riya/pamer kepada kalian para pembaca. Saya hanya menceritakan pengalaman saya dengan harapan dapat menyadarkan atau memotivasi para pembaca sekalian.

Di awal puasa tahun ini saya begitu semangat menyambutnya, walau terasa begitu sepi. Sepi karna banyak hal yang berubah dalam hidup saya. Sejujurnya saya merasa sendiri menjalani puasa tahun ini. Tapi saya sudah bertekad untuk menjalaninya dengan sungguh-sungguh. Saya juga telah memikirkan banyak target untuk puasa tahun ini. Target sederhana mungkin, tapi bagi saya ini adalah hal yang baru. Saya sangat antusias, saya memikirkan banyak hal, sesuatu yanga akan saya lakukan dibulan puasa ini. Saya ingin menjadikan kebiasaan bagi diri saya. Saya yakin saya bisa karna memang sudah banyak contohnya yang bahkan jauh lebih baik dari target-target yang ingin saya lakukan. Bermula dari, membaca Al-Qur'an, saya ingin membaca Al-Qur'an seminimalnya 30 Juz tuntas selama 30 hari. Lalu, 30 hari full sholat taraweh dan witir. 30 hari full puasa tanpa bolong kecuali berhalangan. Lebih membiasakan untuk mengutamakan sholat di awal waktu. Memperbanyak sedekah dimanapun dan kapanpun. Memperbanyak berdzikir. Memperbanyak mempelajari ilmu agamam Meminimalisir hal-hal yang kurang baik seperti mengeluh, membicarakan orang lain, berbohong, berbicara kasar, berfikiran negatif, bersikap berlebihan dalam menanggapi suatu masalah dan lain sebagainya. Saya sangat berharap saya dapat istiqomah dalam menajalani target-target saya ini. Saya percaya saya pasti bisa, andapun pasti bisa! Maaf jika ada salah-salah kata mohon di maklumi. ;) 

Selamat berpuasa, selamat menyusun target bulan puasa, selamat memperbanyak amalan baik! :D
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Friday, July 5, 2013

Oku Hanako - Kawaranai Mono




Kaerimichi fuzakete aruita
Wake mo naku kimi wo okoraseta
Ironna kimi no kao wo mitakattanda

Ookina hitomi ga nakisou na koe ga
Ima mo boku no mune wo shimetsukeru
Surechigau hito no naka de kimi wo oikaketa

Kawaranai mono sagashiteita
Ano hi no kimi wo wasure wa shinai
Toki wo koeteku omoi ga aru
Boku wa ima sugu kimi ni aitai

Gaitou ni burasageta omoi
Itsumo kimi ni watasenakatta
Yoru wa bokutachi wo toozakete-itta ne

Mienai kokoro de uso tsuita koe ga
Ima mo boku no mune ni hibiiteiru
Samayou toki no naka de kimi to koi wo shita

Kawaranai mono sagashiteita
Ano hi mitsuketa shiranai basho e
Kimi wo futari de yukeru no nara
Boku wa nando mo umarekawareru

Katachi nai mono dakishimeteta
Kowareru oto mo kikoenai mama
Kimi to aruita onaji michi ni
Ima mo akari wa terashi-tsudzukeru

Kawaranai mono sagashiteita
Ano hi no kimi wo wasure wa shinai
Toki wo koeteku omoi ga aru
Boku wa ima sugu kimi ni aitai

Boku wa ima sugu kimi ni aitai

Kenyatannya...




Semua yang saya lihat, saya dengar dan saya rasakan memang nyata. Segala kenyataan yang kamu tunjukkan ke saya juga itu nyata. Kamu suka dengan dia, kamu menyimpan rasa dengan dia, kamu masih belum bisa melupakannya, kamu masih suka bertemu dengan dia dan segala macam hal yang membuat saya sedikit sesak. Yaaa.... sedikit sesak!

Saya tidak tau harus berbuat apa, tidak tau harus berkata apa. Saya merasa saya ini seperti tidak di hargai, dihargai sebagai wanita maupun sebagai seseorang yang menjadi bagian di hidupmu. Tapi di sisi lain saya merasa kamu begitu menghargai saya, kamu marah jika saya cuekin kamu, kamu memasang foto-foto kita di social media, kamu mengantar jemput saya, dan segala macam hal yang menurut saya wajar. Namun sisi yang lain lagi, saya sadar apalah arti dari status sepasang kekasih tanpa adanya komitmen pernikahan? Bolehkah saya menuntut ini dan itu? Tidakkah itu membuatmu terkekang dalam menjalin pertemanannya? Salahkah jika kamu berkomunikasi dengan banyak wanita? Saya rasa semua itu tidak salah karna memang kamu pun tidak pernah melarang saya berkomunikasi ataupun bertemu sekalipun dengan laki-laki lain. Tapi... hah... entahlah... Saya merasa sudah terlalu berlebihan berfikir. Rasanya tidak baik seperti ini. Saya tidak boleh egois, memikirkan perasaan saya sendiri.

Sungguh saya baik-baik saja, dan tidak mau terlihat tidak baik di depan kamu. Saya hanya tidak ingin kehilangan sikapmu yang seperti ini. Saya hanya takut kehilangan perhatianmu, celotehanmu, candaanmu dan segalanya yang mewarnai hari-hari saya beberapa bulan terakhir ini. Memang saya merasa sesak tapi tidakkah lebih sesak kehilangan sosokmu yang begitu menyenangkan, hangat dan penuh dengan senyuman? Itulah mengapa selama ini saya berfikir untuk diam, dan memang rasanya lebih baik diam. Saya tidak mau memperkeruh suasana yang indah ini dengan masalah-masalah yang saya tidak tau sepele atau tidak.

hm.. Saya merasa harus mempercayai kamu. Apapun alasannya, selama itu tidak merubah sikapmu ke saya I think, no problem. Saya akan menahan sesak ini sekuat hati saya. Saya percaya kamu tidak akan mengecewakan saya, tidak akan menyakiti atau melukai hati saya lebih dari ini. Saya percaya itu. Dan tidak ada alasan untuk tidak mempercayai kamu, orang yang begitu berarti di hidup saya. Terima kasih untuk senyuman, canda tawa kita selama ini. I Love You..