Friday, March 9, 2012

No Title~



created by filmi

Sore itu hpku berbunyi..
kuliat layar kaca handphoneku

recieved message from 'Andre'

'oh, sms dari andre' gumamku

message from Andre :
"sayang, kamu lagi apa?"

lalu akupun membalasnya
to Andre :
"aku baru selesai mandi, kamu lagi apa?"

andre itu kekasihku, sudah hampir 1 tahun aku bersamanya..
sedih susah canda tawa telah kulewati bersamanya, ya kalo di liat hubungan kami cukup harmonis, hanya saja orang tuaku tidak menyukainya, terlebih mamaku. mungkin itu salah satu yang menyulitkan hubungan kami.
oiya, namaku lusi. saat ini aku duduk di kelas XII SMAN 21 jakarta. aku satu sekolah dengan kekasihku andre, hanya saja aku dengannya berbeda kelas.


handphone ku berbunyi kembali.
'pasti dari andre' pikirku dalam hati.
saat ku liat layar handphoneku benar andre yang mengirim pesan.

message from Andre :
"aku baru sampe rumah sayang, maaf ya tadi ngga bisa nganter kamu pulang"

to Andre :
"its okay honey, by the way kamu abis dari mana? tadi pulang sekolah aku tanya temen kamu, katanya kamu pulang dengan terburu-buru"

ku letakkan handphoneku di atas meja ruang keluargaku. sambil menunggu balasan sms andre aku berfikir untuk melakukan sesuatu.
kulihat jam di dinding menunjukkan pukul setengah 6 sore.
terlintas di benakku untuk menyalakan televisi dan mencari-cari acara yang menarik untuk ku tonton.
ku lihat chanel satu ke chanel yang lain, 'ga ada acara yang menarik' gumamku
lalu kumatikan tv, sekarang aku bingung ingin melakukan apa. aku hanya duduk di sofa ruang keluargaku.
terasa sepi sekali, hening bagai tak berpenghuni.
ya rumah ku emang sehari-hari seperti ini, papaku bekerja sebagai arsitek dan beliau selalu ada di tempat proyeknya untuk mengkoordinasi para karyawannya. sedangkan mamaku bekerja di perusahan milik keluarga, yang telah di bangun dari nol oleh kakek dari mamaku. mamaku begitu sibuk, aku tak mengerti apa yang beliau kerjakan sehingga harus pulang kerumah larut malam padahal beliau memiliki banyak karyawan.. sedih memang mempunyai orang tua yang sibuk dengan kegiatannya masing-masing.

handphoneku kembali berbunyi, dengan sigap ku ambil handphoneku yang berada di atas meja.

message from andre :
"sayang maaf ya tadi aku sangat terburu2 sampe2 aku lupa ngabarin kamu. tadi mendadak aku dapet telfon dari papi untuk menjemput eyang di bandara. eyang udah nungguin soalnya. tadinya si papi yang mau jemput tapi mendadak papi ada meeting yang penting. sekali lagi maaf ya sayang"

to andre :
"ohh.. pantesan. iya gapapa ko, aku ngerti. eyang kamu kesini sendiri?"

setelah membalas sms dari andre, aku bergegas ke kamar.
sesampai di kamar aku merebahkan diri di atas tempat tidur kesayanganku. ku pandangi setiap sudut kamarku, bernuansa biru dengan berbagai macam aksesoris dari tokoh kartun favoriteku yaitu Doraemon.
memang mudah bagiku mendapatkan segala aksesoris doraemon ini namun perasaanku sungguh tak terbayangkan jika aku merasakan semua ini sendiri. aku anak tunggal, aku ga punya kakak atau adik yang bisa ku ajak berbagi.  kembali lagi aku masuk ke dalam duniaku yang sepi, sunyi dan hampa.
ku pejamkan mata, ku putar lagi kenangan-kenangan indah saat aku duduk di bangku sekolah dasar. dulu, mama dan papa begitu perhatian padaku. menemani hari hariku, mengajarkanku banyak hal, mengajakku jalan-jalan dan lain sebagainya. canda tawa itu masih kuingat sampai saat ini. aku sunggguh merindukan masa-masa itu. kalau saja aku bisa memutar waktu akan ku puttar waktu sesuka hatiku..
akupun menghela nafas panjang, tak mungkin ada orang yang bisa memutar waktu, ya itu hanya impian yang ga akan pernah terwujud. kubuka mataku, kulihat handphoneku. ternyata ada pesan dari andre. aku tak menyadarinya, mungkin aku terlalu tenggelam dalam duniaku. ku buka pesar dari andre..

message from andre :
"makasi ya sayang udah ngertiin aku :*
iya sayang eyang sendirian makanya aku ngga mau membuat eyang menunggu terlalu lama dibandara."

to andre :
"sama-sama sayang :* :) oiya, salam ya buat eyang kamu, udah lama aku ngga ketemu dengan beliau"

tak lama setelah aku mengirim balasan ke andre, handphone ku berbunyi dan kali ini bukan pesan melainkan telfon. ku lihat layar handphoneku. ternyata andre yang menelfon. akupun segera mengangkatnya.

"halo.. assalamualaikum.."
"waalaikumsalam, sayang, tadi aku udah sampein salam kamu ke eyang"
"terus kata eyang apa sayang?"
"katanaya eyang juga kangen sama kamu, eyang pengen ketemu kamu"
"oiya? aku juga mau ketemu eyang sayang"
"yauda kamu mau ketemu eyang kan? aku jemput jam 7 ya. nanti kita beli makanan abis itu kerumah aku, ketemu sama eyang"
"iya mau, oke deh sayang, jam 7 ya."
"aku mau mandi dulu nih, abis itu nunggu adzan, sholat terus siap2 kerumah kamu"
"iya sayang, nanti aku juga sholat abis itu siap2 buat kerumah kamu ya"
"oke deh, sampe ketemu jam7 ya sayang."
tut..tut..tutt...
telfonnya pun di tutup..

aku langsung memilah milih pakaian untuk pergi kerumah andre.
tak lama setelah aku menemukan pakaian yang cocok untukku, adzanpun berkumandang. aku bergegas untuk wudhu dan sholat. lalu siap2 dan berganti pakaian..

~jam menunjukkan pukul 7 kurang 15 menit~
aku sudah siap dengan atasan berwana biru muda, rok panjang levis dan jilbab biru kesukaanku.
akupun keluar dari kamar. saat aku kedapur untuk mengambil secangkir air, bibi masuk dari pintu belakang.
"abis darimana bi?" tanya ku sambil menuangkan air ke cangkirku
"abis dari tempat mang asep non" jawab bi darsih
"oohh.."
"non mau kemana atuh malam2 begini?"
"aku mau kerumah andre bi"
"waduh non, nanti ketahuan nyonya bagaimana? bibi harus bilang apa non?"
"bilang aja aku kerumah temen aku bi, sebentar ko cuma mau ketemu eyangnya andre"
"yauda kalo begitu, hati-hati yah non, kalo ada apa2 telfon bibi aja. jangan pulang terlalu larut"
"iya bi, tenang aja"

tak lama mang asep masuk dri pintu belakang.
"non, den andre udah datang."
"oh iya, mang. bilang aja tunggu sebentar. makasi ya mang."
"iya non" sahut mang
asep sambil pergi meninggalkan dapur.
"bi, aku pergi dulu ya." kataku, sambil mencium tangan bibi.
"iya non hati ya dijalan."
"iya bi, assalamualaikum"
"waalaikumsalam.."
akupun bergegas kedepan untuk menemui andre..

"hei...." sahutku membuyarkan lamunan andre yang tengah duduk di teras
"eh.. ya ampun kamu ngagetin aja, udah siap?"
"hehe maaf sayang, udah dong. ayo cepet kita kerumah kamu, kangen banget sama eyang"
"cie yang kangen sama eyang.. iya sabar sayang"
kami pun bergegas meninggalkan teras rumahku, pergi ke tempat penjual makanan untuk membeli beberapa cemilan dan kerumah andre dengan cepat.

-Rumah Andre-

"akhirnya sampe" kataku
"yuk masuk sayang" ajak andre sambil memegang tanganku masuk kedalam rumahnya..
"eee... cucu eyang udah sampe, bawa apa kamu ndre?" kata eyang dari ruang keluarga rumah andre
"iya eyang, ni andre bawa cemilan sama tadi andre jemput lusi dirumahnya" sahut andre, sambil mencium tangan eyangnya.
"eh ada lusi ya, udah lama ngga ketemu kamu sayang." sapa eyang, akupun mencium tangan eyang.
"iya eyang, lusi kangen sama eyang" kataku

kami pun tenggelam dalam suasana rindu, saling bercerita, tertawa dan bercanda. tak terasa waktu menunjukkan pukul 9 malam. akupun pamit pulang dan andre mengantarkanku sampai ke rumah..

saat dirumah mama papa belum pulang, akupun segera masuk ke kamar dan bersiap untuk tidur. kebetulan besok hari sabtu dan sekolahku libur jadi aku bisa belajar esok hari. saat aku telah siap untuk tidur handphone ku berbunyi. ku ambil handphoneku dan kulihat. ternyata pesan dari andre.

message from andre :
"sayang aku udah sampe rumah, kamu langsung bobo ya. aku juga mau siap2 mau bobo ko. :) makasi ya mau main kerumah aku :* gnight honey."

to andre :
"alhamdulillah... iya sayang ini mau bobo ko. aku seneng ko main kerumah kamu :) gnight too honey."

setelah membalasnya akupun meletakkkan handphoneku di meja kecil sebelah tempat tidurku dan akupun merebahkan tubuhku dalam selimut yang hangat..

hari-hari berikutnya berjalan seperti hari hari sebelumnya, menyenangkan, kesepian dan menyakitkan.
sampai tiba waktu dimana aku dan andre harus menjalani ujian nasional. kami berdua sepakat untuk membuktikan pada orang tua ku bahwa hubungan ku dengan andre tidak membawa dampak buruk bagiku dan nilai-nilai akademisku. kami pun belajar bersama demi mendapatkan hasil yang maksimal.

ujianpun berlalu..
dengan penuh harapan aku dan andre menunggu hasil ujian tersebut. orang tuaku tetap kekeh untuk tidak merestui hubungan kami dengan alasan aku harus menyelesaikan sekolahku dan mendapatkan apa yang telah ku cita2kan dulu. ya mereka memang keras untuk hal ini. tapi bagaimana? aku ngga mau meninggalkan andre. begitu pula andre..

tiba saat dimana pengumuuman hasil ujian nasional.. kami berdua berpegangan tangan menuju mading sekolah yang telah dipenuhi oleh siswa lain yang hendak melihat hasil ujian mereka masing-masing. kami mendekati mading, disana terpampang hasil ujian dari nilai yang tertinggi sampai terendah. aku dan andre pun mecari dari nilai paling bawah. entah mengapa demikian. dibawah nama kami tak ada. hingga pada urutan ke 3 aku melihat namaku tertulis disana dengan total nilai 550. dan tak disangka andre mendapatkan peringkat pertama dengan total nilai 578. saat itu aku pun sangat bahagia. sunggu hal yang sangat tak terduga. hasil yang begitu memuaskan kami berdua. nilai yang mendekati sempurna. sungguh membanggakan. tidak ada yang sia2 selama ini kami belajar bersama2.

kamipun berlari bergegas menuju mobil andre dan pergi meninggalkan sekolah. kami sepakat untuk merayakannya bersama. kami menuju resto kesukaan kami berdua..
sesampai di resto, kami pun mencari meja yang dekat dengan jendela. setelah menemukan tempat yang cocok kami pun duduk. kami saling menatap satu sama lain. andre tersenyum melihat sikap kami yang saling menatap seperti ini. akupun membalas senyumannya dengan berkata "aku ngga nyangka bisa ada disini sekarang sama kamu merayakan keberhasilan kita bersama-sama" 
"aku juga sayang, aku ngga nyangka bisa ngeliat senyum manis kamu bisa berhadapan dengan kamu dan bisa merayakan ini semua bersama-sama." sahutnya
"kamu hebat sayang, kamu bisa buktiin semua ini."
"kami ngga kalah hebat sayang. kamu hebat bisa membuat aku ingin membuktikan ini semua."
aku tak dapat berkata-kata lagi, aku hanya bisa tersenyum dn terus memandangi wajah kekasihku itu, andre.
"kamu ko diem aja sayang. kamu kenapa?"
"aku ngga kenapa-kenapa kok, aku ngga masih ngga nyangka aja."
"yauda, simpen dulu ketidaknyangkaan kamu itu. emang ini realitanya sayang."
"iya sayang"
"oiya, kamu mau mesen apa sayang?"
"hmm... aku yang biasa aja sayang, kalau kamu sendiri mau mesen apa?"
"aku sama deh sama kamu, aku pesenin makanannya dulu ya sayang"
"iya sayang, jangan lama-lama ya."
andre tidak menjawab. dia hanya tersenyum dan beranjak dari kursinya.

belum lama andre pergi, tiba-tiba dari kejauhan aku melihat mama hendak menghampiri meja tempat dimana aku duduk. aku ngga tau apa yang sedang mama lakukan disini. wajah mama ya seperti biasanya dingin, beliau yang sangat tidak menyetujui hubungan ku dengan andre.
saat beliau tiba dihadapanku. akupun memulai pembicaraan
"mama sedang apa disini? ayo sini ma duduk disamping lisa."
akupun mencoba ramah dan menganggap tidak ada yang salah dengan adanya aku disini bersama andre.
"kamu sedang apa disini?! ngapain si kamu pergi lagi sama dia" kata mama sambil manarikku untuk beranjak dari tempat dudukku.
"aku ngga ngerti, kenapa si mama ngga suka banget aku jalan sama andre?" mama tidak menggubris perkataanku, dia menarik tanganku dan membawaku pergi, entah kemana. belum jauh dari meja tempat aku duduk tadi, tiba-tiba ada yang berkata dari belakang.
"tante, lisa mau dibawa kemana?" terdengar beliau berlari mendekati tempat dimana aku dan mama berdiri. aku sangat mengenal suara tersebut. suara itu adalah suara andre. akupun menoleh, andre tepat dibelakangku.
"saya mohon tante tolong tante jelaskan mengapa tante tidak menyukai hubungan saya dengan lisa" mama tidak menggubris perkataan andre beliau trus berjalan menjauhi andre.
"andre, maafin aku aku juga ngga ngerti kenapa mama begini." kataku. mama mengisaratkanku untuk diam. namun aku ngga bisa diam begitu saja.
aku mencoba melepaskan genggaman tangan mama pada lenganku. "ma, lepasin! aku bukan anak kecil yang bisa mama starik-tarik seperti ini. lepasin ma! lepasin!" akupun mulai tak bisa mengendalikan emosiku. mama tetap diam dan tetap pada genggaman tangannya. saat tiba diparkiran, aku melihat andre berlari mendekati ku. mama mempercepat langkahnya dan aku pun setengah berlari dibuatnya. saat tiba ditempat mobil mama di parkir. mama menyuruhku masuk dengan paksa. "masuk kamu! cepet!" aku ngga bisa berbuat apa-apa. rasanya aku ingin melawan mama tapi aku takut. aku diam. membiarkan andre memandangi ku dari luar. mama langsung naik dan menyuruh supirnya untuk cepat meninggalkan tempat ini. andre mengetuk-ngetuk kaca mobil sambil berlari mengikuti jalannya mobil. entah apa yang andre katakan. aku tak dapat mendengarnya. mobilku pun melaju semakin cepat dan andre pun tertinggal di belakang. aku hanya bisa menangis melihat andre seperti itu. aku sedih mengapa mama mamperlakukan ku seperti ini? mengapa mama tidak menyukai hubungan kami? pertanyaan itu memenuhi otakku disepanjang perjalanan. mama hanya diam, diam, diam dan diam.. enatah apa arti dari diamnya beliau.

mobilkupun tiba dirumah............
to be continue...

0 comments:

Post a Comment